Minggu, 04 September 2011

Mimpi Datas Mimpi


 
Begini ceritanya! Aku sendiri tidak tahu  apakah ini mimpi atau nyata,  di bilang mimpi memang benar aku sedang bermimpi, tapi suatu mimpiku tidaklah seperti mimpi, cona kau bayangkan! Ketika kau di hadapkan dengan suatu mimpi dan ketika kau bangun ternyata kalian masih dalam keadaan mimpi, apa yang terjadi? Berkali kali aku terbangun dan tenyata aku masih berada dalam alam bawah sadarku, sungguh aku tak peduli.
Sudahlah aku tak peduli lagi tentang mimpi atau tidak, namun kata mimpi sekilas memberikan inspirasi agar aku menuliskan tentang mimpi, ku coba mengambil sebatang pena dan beberapa carik kertas untuk memulai menulis sebuah cerita mimpi aku mencari tempat yang kurasa sangat nyaman untuk menulis, kamar… ya memang benar kurasakan di kamarku rasanya tempat yang nyaman untuk mulai menulis, ku siapkan secangkir the hangat untuk memulai aku menulis, kuawali tulisanku dengan kata “mimpi” belum sempat aku menulis kata yang lainnya tiba-tiba merasa aneh! Blak…blak… mataku terbuka yang tadinya aku sedang duduk di meja kamarku, tapi sekarang setelah mataku terbuka, ternyata aku sedang berbaring di tempat tidurku dan aku baru saja bermimpi, “waduh… perasaan tadi aku sedang menulis sebuah cerita” gumam hatiku yang terheran.
Akupun beranjak dari tempat tidurku dan mencoba mencari sebuah pena dan beberapa lembar kertas, untuk memulai membuat cerita yang bertajuk nyata, pena dan kertas yang sama persis ketika aku bermimpi untuk di gunakan menulis cerita, akupun beramjak dari tempat tiduku, dan duduk di meja kerja kamarku, aku mengawali karanganku dengan kata “nyata”, untuk kedua kalinya aku terbangun dari mimpiku setelah menulis kata nyata,dan aku melihat aku merasakan bahwa aku terbaring di tempat tidurku. huff … kuhirup udara dalam – dalam untuk menenangkanku yang kebingungan derngan apa yang terjadi pada diriku, dalam bangunku aku tak berani lagi menuliskan kata “mimpi” dan “nyata”.
Akupun  beranjak dari tempat tidurku, “mencoba sesuatu yang baru” lari dari kata mimpi dan nyata aku mencoba mencari sesuati yang tidak berkaitan dengan tulisan mimpi dan nyata, pandanganku tersudut pada bola basket yang berada di sudut ruang kamarku, terpikir olehku mungkin dengan bermain basket aku tidak lagi sedang bermimpi, kuambil bola basket dan menuju lapangan basket yang tidak jauh dari rumahku, kulihat ada beberapa rekanku yang sedang asyik bermain basket, bergabunglah aku dengan mereka, kamipun mulai bermain tanpa mengenal lelah teamku beranggotakan aku, bram, vidi, fikhri dan fahmi,
 Permainnanpu dimulai saling serang antara teamku dan teamlawan terjadi sangat sengit, ketika aku sedang menyerang aku mendapatkan kesempatan untuk shooting 3 point, tanpa pikir panjang aku langsung mencoba shooting, sangat beruntung sekali tembakanku sangat jitu, temakSSSSSanku langsung merobek jarring lawan, akupun kembali bertahan setelah menyerang dalam bertahan aku menempati posisi center dalam teamku dan tugasku untuk mengatur penyerangan dan juga pertahanan, lawanpun cukup tangguh untuk bisa menerobos pada jantung pertahananku, di depanku ada seorang lawan yang mencoba meminta bola umpan pada temannya, tepat di hadapanku dia berdiri temannyapun tanpa pikir panjang mengumpankan bola padanya.
Ketika bola tingal di tangkap saja oleh dirinya, namun ternyata salah pengertian antara dia dan temannya, ketika bola sudah di umpan, lawan yang berada tepatsi hadapanku entah kenapa dia menghindar! Blakk…blak bola pun ersarang di wajahku, akupun terkapar jatuh dan pingsan.
“yu…yu..bayu” seru temanku mencoba menyadarkan aku yang pingsan, cukup lama mereka mencoba menadarkanku, akan tetapi aku tak kunjung sadar. Tak lama kemudian akupun tersadar, ha..”aku kaget”, tenyata aku tidak berada di lapangan, aku melihat ibuku yang sedang memukul – mukul pipiku mencoba membangunkanku sari tidurku.
“Plak…plak..plak..” yu…yu… bangun sudah siang!”
“hah… kok aku disini si bu…. ? tanyaku pada ibu dangan sedikit terheran.
“sudah buruan bangun sudah siang!” suara ibukupun makin menekan.
“ sebentar seharusnya aku ada di lapangan, aku pingsan gara-gara wajahku terlempar bola kok aku di sini sib u..?
“ husss ngomong apa?dari tadi kamu tidur terus , kamu barusan mimpi< udah buruan bangun sudah siang tuh..! “ perintah ibuku.
Sungguh aku terheran dengan kejadian yang kualami, aku bergegas mandi namun dalam keadaa mandi mungkin saja aku masih berada dalam alam mimpiku, lama sekali aku berada di kamar mandi sambil memikirkan, “apakah aku akan tebangun lagi dari mimpiku setelah aku mandi? ”sedikit pertanyaan dalam hatiku untuk diriku’’
Aku menunggu kejadian aku terbangun lagi dari mimpiku, dalambenakku berkata “wah…ini pasti kenyataan dan aku tidak berada dalam alam mimpi”
Akhirnya selesai juga mandi pafiku yang sedikit kesiangan. Akupun duduk di teras depan rumahku sambil menik mati secangkir the hangat, entah kenapa kejenuhan manghampiriku, jenuh sekali yang kurasakan kala itu, main…main…dan main yang ada di otakku untuk menghilangkan kejenuhan, akupun bergegas mengeluarkan motor kesayanganku untuk bermain ke luar rumah menghilangkan kejenuhan, akupun pamitan pada ibuku meminta ijin untuk keluar rumah, di depan pintu ku keraskan suara “bu…aku keluar dulu mau maen” segeralah aku tancap gas dengan kecepatan perlahan, terik sekali matahari hari ini, tapi aku menikmati suasana hari ini, ketika aku sedang santai mengendarai motor, tiba-tiba da yang menyalip diriku diapun mencoa membangkitkan amarahku dengan memain-mainkangas motornya, ngenggggg…..ngenggggg…ngenggg aku pun membalasnya dengan suara knalpot motorku yang tidak kalah berisik ngenggg…ngengggg…ngeng…. Diapun menghampiriku!
‘‘ Hey cupu, naik motor culun banget si lho!! Berani ngak balap ma gw?
“ngak salah motor butut gitu aja mau balaoan ma motor gw?” jawabku padanya
“ Udah dweh jangan banyak bacot lho!!” jawab dia yang penuh sengan emosi.
“Oke, kita tunjukan siapa yang menang!”
Aku dan dia tidak peduli meskipun keadaan jalan raya kali itu sangatkah ramai, tetapi tidak menyurutkan sifat keduanya yang “bragajulan”
Kami siap pada posisi dan balappun si mulai…
Ngengnggggggg……..menambah kebisingan jalan raya, salaing kejar-kejaranpun terjadi, pertama aku ketinggalan jauh oleh dirinya,tetapi aku mampu mengejarnya, akupun salip kanan – salip kiri seakan tak peduli apapun yang akan terjadi oleh ulahku. Akupun memimpin di depan, samngat angga aku bisa memimpin balap kali ini, tepat di depanku ada belokan kea rah kanan, entah kenapa motorkupun tak bisa ku kendalikan.
Dar… motorku terhantam pada trotoar jalan tubuhku terpental kepalaku menghantam badan jalan, ternyata nasib buruk menimpaku, tuhan tak memberi ampun lagi padaku, seketika akupun tewas!! Naas sekali nasib diriku.
Sakit sekali yang kurasakan ketika nyawaku tercabut, ketika rasa sakit hilang ternyata aku tidak mati, aku baru saja terangun dari mimpiku lagi, blak..blak… mataku terbuka aku melihat motorku ada di depanku dengan keadaan yang masih utuh, dan aku tidak erada di jalan raya, akan tetapi aku berada di gerasi rumahku, aku tertidur di gerasi rumah, untuk yang kesekian kalianya kau terbangun dari mimpiku dan tenyata bangun tidurku masih dalam keadaan mimpi.
Akupun beranjak dari gerasi menuju kamarku, ku yakinkan hati bawa kali ini aku tidak berada dalam keadaan mimpi, ternyata benar ini bukan mimpi, agar memastikan ini bukan mimpi, aku menyuruh temanku main kerumahku, ketika dia telah datang, aku langsung bertanya padamya,
“ Sob… sebenarnya ini dunia nyata apa bukan sih?”
“ ya nyatalah, emangnya ada apa?”
“ sumpah sob… gw ngalamin kejadian yang dangat aneh”
“ emangnya aneh gimana?”
“ Gini sob… berkali – kali aku aku bermimpi, ketika ku bangun dari mimpiku, ternyata bangunku masih dalam keadaan mimpi, gw takut!! Sumpah gw takut tadi barusan aku baru terbangun dari mimpiku gw takut kalau kali ini gw masih berada dalam alam mimpi sob..”
“ ini dunia nyata, brwo,,, mau bukti sini gw gamparin biar lho sadar ahwa ini dunianyata, mau ngak?”
“ wah… cemerlang jug aide lho… sob…!!”
“ Gila lho yea, mau aja di gamparin ma gw, beneran nihh?!
“ Beneran…. Biar gw tahu bahwa kali ini adalah nyata, nie pipi gw!” akupun menyodorkan pipiku untuk di gampar
Plak…plak…plak… tangan temankupun menggampar pipi kiri kananku,
“aduhghg… sakit bego!!” ringkikanku pada temanku
“ udah percaya ngak, ahwa ini dunia nyata?”
“ sumpah gw belum percaya” tonjok aja mata gw biar pingsan gih!!!” perintahku pada temanku!”
“ makin gila aja sih lho… dah tahu tadikan lho kesakitan mau pake tonjok lagi, lho gila”
“bodo amat lho mau bilang gila apa kek, yang penting lho tonjok gw mpe pingsan, sumpah gw pernah mimpi pingsan dan ter bangun masih dalam keadaan mimpi, kali ini gw dalam keadaan sadar, inginkan lho tonjok gw mpe pingsan”
“ dasar orang gila!! Menyiksa diri sendiri ajam bener nih? Diapun meyakinkan aku.
“ Bener gw serius, nanti gw merem, lho harus tonjok gw sampe pingsan”
“ yaudah merem!!” perintah temanku untukku

Diapun mengambil sikap untuk menonjokku, plak…plak… akupun langsung tersungkur pingsan, dan setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi padaku, setelah aku bangun aku tak tahu apakah masih dalam keadaan mimpi, ataukah keadanku sudah berjalan seperti biasanya (nyata). Mau mimpi ataupun nyata aku tidak peduli memikirkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar